Arti Sebuah Persahabatan

Bookmark and Share

Pada dahulu kala hiduplah seekor kura-kura dan seekor elang. Walaupun sang kura-kura dan elang jarang bertemu karena sang kura-kura lebih banyak menghabiskan waktu disemak-semak sedangkan elang lebih banyak terbang, namun tidak menghalangi elang sang elang untuk mengunjungi teman kecilnya yang baik hati, sang kura-kura.

Keluarga sang kura-kura sangat ramah dan selalu menyambut kedatangan sang elang dengan gembira. Mereka selalu memberi sang elang makanan dengan sangat royalnya. Sehingga sang elang selalu berkali-kali datang karena makanan gratis dari keluarga kura-kura tersebut. Setiap kali sehabis makan dari keluarga kura-kura sang elang selalu menertawakan kura-kura: " ha....ha...ha... betapa bodohnya si kura-kura, aku dapat merasakan kenikmatan dari makanan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh diatas gunung"


Karena begitu seringnya sang elang menertawakan dan egoisnya menghabiskan makanan sang kura-kura, maka seluruh hutan mulai menggunjingkan sikap sang elang tersebut. Para penghuni hutan tersebut merasa tidak suka dengan sikap seenaknya sang elang kepada sang kura-kura yang baik hati. Suatu hari seekor kodok memanggil kura-kura yang sedang berjalan dekat sungai. " Hai temanku sang kura-kura, berilah aku semangkok kacang palong, maka aku akan memberikan kata-kata bijak untukmu" seru sang kodok. Setelah menghabiskan semangkok kacang polong dari sang kura-kura, sang kodok berkata lagi : " kura-kura, sahabatmu sang elang telah menyalahgunakan persahabatan dan kebaikan hatimu. Setiap kali sehabis bertamu di sarangmu, selalu saja dia mengejekmu dengan berkata " ha...ha...ha... betapa bodohnya si kura-kura aku dapat merasakan kenikmatan dari makanan yang selalu dia berikan, namun tidak mungkin dia dapat merasakan nikmatnya makananku karena sarangku yang terletak jauh di atas gunung". Pada suatu hari nanti sang elang akan datang kembali dan akan meminta sekeranjang makanan darimu dan berjanji akan memberikan makanan kepadamu dan anak-anakmu".

Benarlah yang dikatakan oleh sang kodok, sang elang datang dengan membawa keranjang dan seperti biasanya sang elang menikmati makanan dari sang kura-kura. Sang elang berkata : " hai temanku kura-kura, izinkan aku mengisi keranjangku dengan makanan darimu, maka akan kukirimkan kepada istriku dan istriku akan memberimu makanan buatannya untuk istri dan anak-anakmu." Kemudian sang elang terbang dan kembali menertawakan sang kura-kura. Maka segeralah sang kura-kura masuk kedalam keranjang tersebut dan ditutupi dengan sayuran buah-buahan oleh isterinya, sehingga tidak terlihat. Ketika sang elang kembali, isteri sang kura-kura mengatakan bahwa suaminya baru saja pergi dan memberikan keranjang penuh berisi makanan kepada sang elang. Sang elang segera bergegas terbang sambil membawa keranjang tersebut.

Kembali dia menertawakan kebodohan sang kura-kura. Namun kali ini sang kura-kura mendengar sendiri perkataannya. Sampailah mereka di sarang sang elang, dan sang elang segera memakan isi keranjang tersebut sampai habis. Betapa terkejutnya melihat sang kura-kura keluar dari keranjang tersebut." Hai temanku sang elang, engkau sudah sering mengunjungi sarangku namun belum pernah sekalipun aku mengunjungi sarangmu. Kelihatannya akan sangat berbahagianya aku kalau dapat menikmati makananmu seperti engkau menikmati makananku. " Betapa marahnya sang elang karena merasa tersindir. Dengan marah ia mematuk sang kura-kura. Namun berkat batok rumah sang kura-kura yang keras, kura-kura tidak dapat dipatuk oleh sang elang. Dengan sedihnya sang kura-kura berkata :" Aku telah melihat persahabatan macam apa yang telah engkau tawarkan padaku, hai sang elang. Betapa kecewanya aku. Baiklah antarkan aku kembali ke sarangku dan persahabatan kita akan berakhir." Sang elangpun berkata : " Baiklah kalau itu maumu. Aku akan membawamu pulang ". Namun timbul pikiran jahat pada diri sang elang. " Aku akan menjatuhkanmu dan memakan sisa-sisa dirimu " pikirnya lagi.

Begitulah, sang kura-kura memegang kaki sang elang yang terbang tinggi. " Lepaskan kakiku " seru sang elang marah. Dengan sabar sang kura-kura menjawab : " Aku akan melepaskan kakimu apabila engkau sudah mengantarkanku pulang ke sarangku " dengan kesal sang elangpun terbang tinggi, menungkik dan menggoyang-goyangkan kakinya dengan harapan sang kura-kura akan jatuh. Namun tidak ada gunanya. Akhirnya dia menurunkan sang kura-kura di sarangnnya dan segera terbang tinggi dengan perasaan malu.

Ketika sang elang terbang, sang kura berkata : " Hai temanku persahabatan itu membutuhkan rasa saling membagi satu dengan lainnya. Aku menghargaimu dan kaupun menghargaiku. Namun bagaimanapun, sejak engkau menjadikan persahabatan kita hanya permainan, menertawakan keramahan keluargaku dan aku maka sebaiknya engkau tidak usah lagi datang kepadaku"

=============================== The End ===================================

Semoga teman-teman dapat mengambil hikmah dari cerita diatas..... salam blogger

{ 2 komentar... Views All / Send Comment! }

Dhana/戴安娜 mengatakan...

salam sahabat
sahabat yang baik adalah sahabat yg mengerti dan bisa menempatkan diri dalam segala keadaan selama dalam kebaikan.ehm daha saya foloowers kedua lhoh anda dah follow belum?

Pernak - Pernik mengatakan...

benarr sekali, sahabat sejati tidak akan menikam temannya dari belakang.. hehehe.. makaseh ya dah follow me... oh ya blog nya juga dah aku follow salam kenal....:)

Posting Komentar

Jangan Lupa Coment dan Kritikannya Demi Kemajuan Blog Ini, "Kami Mohon Jangan SPAM ya" Happy Blogging